Karena ketertarikan,saya ingin tahu kenapa sampai Belanda begitu
terkenal denga bunga Tulip? saya merasa pasti ada sesuatu sehingga segala
sesuatu bisa terjadi, seperti hukum Sebab-Akibat. Jadi, pasti awal mula
semuanya itu di Belanda.
Setelah cari-cari, akhirnya aku menemukan setetes sejarah dari bunga Tulip di Belanda. Yuk, scroll lagi ke bawah ^_^.
Ternyata bunga tulip bukan asli dari Belanda. Tulip berasal dari Persia dan Asia Minor (Benua Asia bagian Tengah). Bunga ini sangat indah dan menarik hati setiap orang yang melihatnya. Akhirnya sampai lah bunga ini ke Constantinopel atau sekarang Itanbul di turki.
Ternyata bunga tulip bukan asli dari Belanda. Tulip berasal dari Persia dan Asia Minor (Benua Asia bagian Tengah). Bunga ini sangat indah dan menarik hati setiap orang yang melihatnya. Akhirnya sampai lah bunga ini ke Constantinopel atau sekarang Itanbul di turki.
Tahun 1554M, de Busbecq, duta besar Raja Ferdinand I untuk Kesultanan
Ottoman. Si de Busbecq ini kemudian mengirim bunga benih tulip ke Eropa
untuk pertama kali. Bertahun-tahun kemudian Conrad Gesner melihat tulip
berbunga di Ausberg, Bavaria. Seorang botanis terkenal 'the City of
Leiden', Clusius, yang berjuma dengan de Busbecq di Vienna juga
mendistribusikan benih Tulip pada teman-teman di Belanda. Nah, ini lah
awal mula tulip ditanam di Belanda yang kemudian menjadi salah satu
tanaman penting bagi Belanda.

Awal abad ke 17, penanaman tulip semakin populer sampai-sampai jika
seseorang punya sedikit saja tanah kosong, maka akan ditanami dengan
benih Tulip. Tulip yang paling banyak fansnya saat itu adalah tulip
warna merah, pink, ungu, putih, kuning bergaris, dan marble.
Banyaknya variasi bunga tulip dimulai dengan mengembangkan cara
perkembang-biakan bunga tulip. Tulip bergaris digabungkan dengan tulip
biasa untuk menciptakan variasi warna baru atau variasi garis warna yang
baru. Namun, sayangnya semua kepopuleran itu menjadi ajang perjudian
(1634M-1637M). Uang dalam jumlah banyak beredar di pelelangan bunga
tulip. Bahkan, benih bunga tulip dijadikan sarana menyimpan uang
layaknya emas. Orang-orang dari berbagai profesi, seperti penjahit, ahli
besi, tukang kayu, dll, mulai mencoba peruntungan dengan menanam bunga
tulip.
Pembelian bunga tulip di masa 'perjudian' itu tidak serta-merta membawa
umbinya. Bunga tulip dipotong pada batangnya, dan umbinya tertinggal di
dalam tanah. Waktu 'panen' bunga ini bahkan dilakukan sebelum bunga
tulip mekar sehingga menyebabkan bentuk penjualannya berupa 'pertukaran
kontrak' kepemilikan benih yang masih di dalam tanah tersebut. Kontrak
dapat berganti tangan beberapa kali, bahkan di hari yang sama. Hal ini
lah yang memungkin harga benih/umbi/bulbs bunga tulip melonjak tajam. Perlu di catat, harga distribusi juga harus dibayar jika benih tersebut dipindah-tempatkan.
Bentuk 'perjudian' itu masih belum selesai. Oknum-oknum yang menjual,
tidak menjualkan benih secara satuan, tapi per asen (28 asen= 1 dram; 16
dram=1 ounce). Benih yang dikembangkan dengan baik bisa memiliki berat
mencapai 1000 asen bahkan lebih. Di pelelangan harga benih tulip bisa
lebih 4200 guilders (1 guilder = 6800an rupiah).
Saat ini sudah banyak pusat pengembangan bunga tulip di Belanda. Jika kita ke Belanda di musim semi, dan berkunjung ke salah satu pusat pengembangannya, kita bisa melihat ribuan bunga tulip aneka warna di sekeliling kita. ^_^
Semoga bermanfaat :)
.
.
sumber: www.hollandhistory.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar